KepriMobile.Com – Kali ini melalui akun twitternya, Donald Trump bakal calon presiden Amerika Serikat itu bersitegang dengan Pangeran Saudi Al-Waleed bin Talal.
Dalam ‘twitwar’ tersebut, cuitan pedas dikeluarkan oleh sang pangeran dengan mengatakan bila Trump adalah seorang ambisius yang sangat berkeinginan menjadi presiden yang pada kenyataannya tidak akan pernah bisa menang.
Tidak mau kalah dengan komentar pedas tersebut, Trump berbalik menyerang dengan menyebut sang pangeran memakai kata ‘sakau’, atau dalam pengaruh obat bius, Sabtu (12/12).

“Anda tidak hanya memalukan untuk partai anda tetapi juga memalukan bangsa Amerika,” tulis sang pangeran, mengkritik pernyataan Trump yang mengusulkan larangan muslim masuk ke wilayah AS yang memicu kemarahan dunia pekan lalu.
Trump merespon hal tersebut sembari balik menuduh Pangeran Talal ingin mengendalikan perpolitikan AS melalui donasi Saudi. Namun, Trump dengan tegas mengatakan hal itu tidak pernah terjadi jikalau dirinya terpilih menjadi presiden.
“Pangeran sakau @Alwaleed_Talal ingin mengendalikan perpolitikan AS dengan uang sang ayah. Tidak akan terjadi saat sata terpilih #Trump2016,” kelakar cuitan Trump pada Jumat kemarin.
Kontroversial semakin menjadi saat debat kandidat bakal calon presiden dari Partai Republik. Pada momen tersebut Trump berjanji untuk menutup akses orang Islam masuk ke AS. Sontak hal tersebut membuat setiap kuping panas dan menilai bila hal tersebut adalah salah satu hal yang rasis terhadap sebuah agama.
Namun dalam pembelaannya, kebijakan melarang muslim masuk ke wilayah AS bisa berlangsung sementara saja, asal sudah dipetakan secara jelas mana saja orang berpotensi melakukan teror. “Larangan ini bisa berlaku singkat, asal seluruh elemen bangsa kita bergerak cepat,” kata Trump saat diwawancari Televisi ABC.
(merdeka)
Related Posts

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Larangan Vape Diperketat, Singapura Amankan Ribuan Rokok Elektronik Ilegal

Tragedi di Iran: 202 Anak dan 223 Perempuan Jadi Korban Serangan Udara

Babak Baru Iran: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi, Dunia Soroti Suksesi Dinasti Politik



No Responses