KepriMobile.com
No Result
View All Result
Saturday, October 3, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Raja Hutan Jawa

by keprimobile
January 23, 2017
in News
0
Raja Hutan Jawa
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KEPRIMOBILE.COM (KMC), JAWA – Semak-semak seketika bergerak-gerak, kala sesosok tubuh loreng mengendap-endap. Sorotan tajam menatap seorang bocah yang tengah bermalas-malasan di atas punggung kerbau di area persawahan. Harimau pun langsung menyergap, untungnya sang kerbau sigap.

Bocah yang bernama Saidjah itu terpental, pergumulan kerbau dan harimau pun tak terhindarkan. Sang raja hutan hari itu memang sedang apes, tanduk sang kerbau berhasil merobek perut belangnya, usus pun terburai, raja hutan akhirnya mendapati ajalnya.

Cuplikan menit-menit awal film Max Havelaar pada 1976 ini, diangkat dari sebuah karya sastra Multatuli, yang berlatar masyarakat Banten di penghujung abad ke-19. Secuil menggambarkan alam liar hutan Jawa yang masih hijau sebagai sarang dari Harimau Jawa, di tengah persoalan penindasan era kolonial.

Harimau dan kerbau bergumul saling membunuh bukan rekaan dalam sebuah film saja. Sejak abad ke-17 di Jawa, adu kerbau dan harimau menjadi sebuah pertunjukan massal layaknya gladiator, yang biasa disebut “rampokan macan” atau rebutan macan. Kegiatan rampokan macan, biasanya dihelat saat 1 Syawal, sebagai simbol membersihkan dari gangguan.

Jurnal KITLV karya R. Wessing yang berjudul “A Tiger in The Heart: The Javanese Rampok Macan” menjelaskan sejak 1791 di Kesultanan Yogyakarta, tradisi rampokan macan secara rutin digelar, termasuk untuk menyambut tamu-tamu dari Eropa sebagai sebuah pertunjukan.

Dalam rampokan macan, harimau atau macan kumbang tak hanya diadu dengan kerbau atau banteng, tapi juga menjadi sasaran tombak para prajurit dalam sebuah perhelatan yang biasa dilakukan di pagar tertutup di alun-alun pada siang hari. Nasib harimau maupun macan tutul berakhir di ujung tombak para prajurit. Setelah 1860-an tradisi itu menyebar ke wilayah-wilayah sekitarnya, seperti Kediri dan Blitar. Namun pada 1905, pemerintah Belanda melarang tradisi rampokan macan. (Bakda Mawi Rampog, R. Kartawibawa 1928, dicuplik dalam kedirikota.go.id)

Rampokan hanya salah satu sisi kelam dari nasib Harimau Jawa dan Macan Jawa yang dibantai dalam sebuah pertunjukan terbuka. Perburuan masif terhadap karnivora ini juga jadi sisi mengerikan bagi sang raja hutan. Berbagai foto era kolonial, menggambarkan kaum pribumi yang memanggul tubuh loreng yang sudah terkulai mati dengan latar depan seseorang yang pemegang senjata laras panjang berwajah Eropa–sebuah penggambaran umum adanya perburuan Harimau Jawa pada masa kolonial.

R. Wessing dalam tulisan lainnya berjudul “The Last Tiger in East Java: Symbolic Continuity in Ecological Change” menggambarkan Harimau Jawa merupakan hewan buas yang umum hidup di Jawa. Pada 1822, antara wilayah Panarukan dan Banyuwangi jadi kawasan yang berbahaya bagi ternak milik penduduk. Gesekan harimau dan manusia juga tak terlepas dari perubahan peta ekonomi di Jawa, pada pertengahan abad ke-19. Pembukaan lahan hutan di Jawa untuk perkebunan menghasilkan migrasi banyak manusia. Habitat harimau pun makin terusik, sehingga harimau menyerang desa-desa. Harimau jadi pemangsa bagi ternak juga manusia, rata-rata membunuh 2.500 orang per tahun.

Pada 1822, pemerintah kolonial mulai mempekerjakan para pemburu harimau, yang berdampak pada populasi Harimau Jawa. Hingga awal 1940-an jumlah Harimau Jawa diperkirakan tinggal 200-300 ekor. Setelah era perang dunia kedua, keberadaan Harimau Jawa makin kritis. Meski demikian pada 1960, seekor Harimau Jawa sempat ditembak mati di Banyuwangi, Jawa Timur. Namun setelah itu, keberadaan Harimau Jawa cepat menghilang dari hutan-hutan di Jawa.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam situs resminya mengumumkan Harimau Jawa terakhir yang tercatat berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada 1976. Kepunahannya karena diburu dan hilangnya habitat dan mangsanya. Namun, bagi sebagian orang, masih ada yang meyakini Harimau Jawa tetap berkeliaran di hutan-hutan di Jawa meski dalam jumlah terbatas.(TIRTO.ID)

Previous Post

3.300 Sapi Di Siak Wajib Bunting

Next Post

Paket Gala Dinner di Hotel Pada Perayaan Hari Raya Imlek

Next Post
Paket Gala Dinner di Hotel Pada Perayaan Hari Raya Imlek

Paket Gala Dinner di Hotel Pada Perayaan Hari Raya Imlek

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.