KEPRIMOBILE.COM (KMC) , SEMARANG – Ali Mamdukin (53) terisak seketika menceritakan tragedi pengeroyokan di kediamannya, Dukuh Butuh RT 16 RW 8, Desa Bawukan, Kemalang, Klaten, empat tahun silam, tepatnya tanggal 16 Oktober 2013.
“Kejadiannya malam hari. Waktu itu kami sekeluarga sudah tidur di kamar,” katanya melalui telepon.
Tiba-tiba Ali terbangun lantaran merasakan rasa perih di sekujur tubuh, serta suara gaduh.
Saat tersadar, dia melihat tiga pria dalam kamar.
Para pria itu dikenali Ali. Mereka adalah Slamet alias Mete, Budi alias Budeng, dan Jondil.
Para pelaku merupakan rekan bisnis Ali.
“Dua pria menyerang saya dengan pedang dan celurit, satunya mencekik dan merampas kalung emas istri saya,” tutur pria yang berprofesi sebagai buruh lepas itu.
Sembari menahan rasa perih, Ali spontanitas melawan dua pria sekaligus.(TRIBUNBATAM.COM)
Related Posts

Palestina kecam Israel gunakan kelaparan sebagai senjata di Gaza

Alasan Starbucks Disebut Pro-Israel dan Ikut Diboikot

Unilever Pro-Israel, Pepsodent, Sunsilk, Royco, Hingga Bango Kena Boikot

Lagi – Lagi Kebohongan Zionis Israel Terungkap! 28 Helikopter Apache Israel Bunuh Tentara dan Warga Sipilnya

Amerika Kian Dalam Terlibat Pembunuhan Masal (Genosida) oleh israel di Gaza, Palestina



No Responses