KepriMobile.com
No Result
View All Result
Saturday, October 3, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Trump Siapkan Serangan Balik Tarif Impor, Dunia Usaha Was-was

by keprimobile
February 14, 2025
in Internasional
0
Trump Siapkan Serangan Balik Tarif Impor, Dunia Usaha Was-was
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersiap menerapkan kebijakan tarif timbal balik terhadap berbagai mitra dagang AS. Langkah ini menjadi bagian dari upayanya untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan global yang menurutnya merugikan AS.

Menurut laporan Bloomberg, Trump telah menandatangani peraturan yang menginstruksikan Perwakilan Dagang dan Menteri Perdagangan AS untuk mengusulkan tarif baru bagi masing-masing negara.

Kebijakan ini bertujuan mengoreksi perbedaan bea masuk serta hambatan non-tarif seperti subsidi tidak adil, regulasi, pajak pertambahan nilai (PPN), nilai tukar, dan perlindungan kekayaan intelektual yang lemah.

Calon Menteri Perdagangan pilihan Trump, Howard Lutnick, mengatakan bahwa kajian terhadap kebijakan ini akan rampung pada 1 April 2025. Setelahnya, Trump dapat langsung mengambil keputusan untuk menerapkan tarif tersebut.

Dalam memo yang didistribusikan Gedung Putih, kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menyesuaikan tarif impor dari negara-negara mitra, tetapi juga menanggapi berbagai hambatan perdagangan yang diberlakukan terhadap produk AS. Trump menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk keadilan.

“Saya telah memutuskan bahwa negara mana pun yang mengenakan tarif kepada AS akan mendapatkan perlakuan serupa. Selama ini, mereka mengenakan biaya yang jauh lebih besar kepada kita, tetapi masa-masa itu sudah berakhir,” ujar Trump dalam konferensi pers di Ruang Oval.

Trump menyebut tarif tambahan akan dikenakan pada sektor-sektor strategis seperti otomotif, semikonduktor, dan farmasi. Ia juga menyoroti kebijakan tarif Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan yang menurutnya telah merugikan AS.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari strategi negosiasi Trump, mirip dengan pendekatan yang digunakan dalam kesepakatan dagang dengan Meksiko, Kanada, dan Kolombia. Trump disebut bersedia menurunkan tarif jika negara-negara mitra mengurangi bea masuk mereka atau menghapus hambatan perdagangan lainnya.

Langkah ini berpotensi memicu gejolak dalam sistem perdagangan internasional, terutama bagi negara-negara berkembang yang cenderung memiliki tarif impor lebih tinggi terhadap produk AS. Beberapa analis menilai kebijakan ini bisa menjadi ancaman bagi prinsip perdagangan bebas yang selama ini dijunjung oleh AS sejak era pasca-Perang Dunia II.

“Kompleksitas dalam merancang sistem tarif timbal balik bagi seluruh negara dan mencakup semua produk akan sangat besar,” kata Tim Brightbill, pengacara perdagangan di Wiley Rein LLP.

Trump mengumumkan kebijakan ini hanya beberapa jam sebelum pertemuannya dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang negaranya berpotensi menjadi salah satu yang paling terdampak. India selama ini dikenal memiliki bea masuk tinggi pada berbagai produk AS, termasuk elektronik dan pertanian.

Selain India, Uni Eropa juga menjadi target kebijakan ini. Trump berulang kali mengecam PPN 15% yang diterapkan Uni Eropa, yang menurutnya menekan daya saing produk AS di pasar Eropa. Jepang dan Korea Selatan, yang juga memiliki sistem pajak konsumsi, turut masuk dalam radar kebijakan perdagangan Trump.

Jika diterapkan secara luas, kebijakan tarif timbal balik ini akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam pendekatan perdagangan AS. Selama beberapa dekade, AS telah menjadikan akses pasar domestiknya sebagai alat diplomasi ekonomi dan menekankan prinsip most-favored nation (MFN), di mana semua negara mendapatkan perlakuan tarif yang setara kecuali dalam perjanjian dagang bilateral.

Trump sendiri berulang kali menyalahkan defisit perdagangan AS pada praktik perdagangan yang tidak adil serta kesepakatan yang buruk di masa lalu. Ia secara khusus menargetkan Uni Eropa, yang dituduhnya mendiskriminasi produk-produk AS, terutama dalam sektor otomotif dan pertanian.

Namun, keputusan Trump untuk tidak langsung menerapkan kebijakan ini menunjukkan bahwa langkah tersebut masih dapat dinegosiasikan. Dunia usaha dan konsumen kini menanti bagaimana kebijakan ini akan memengaruhi perekonomian global serta hubungan perdagangan AS dengan negara-negara mitra.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 14 Februari 2025: Antam, UBS & Galeri24 Kompak Naik

Next Post

Pelunasan Biaya Haji Reguler 2025 Sudah Dibuka hingga Sebulan ke Depan Berikut Rinciannya

Next Post
Pelunasan Biaya Haji Reguler 2025 Sudah Dibuka hingga Sebulan ke Depan Berikut Rinciannya

Pelunasan Biaya Haji Reguler 2025 Sudah Dibuka hingga Sebulan ke Depan Berikut Rinciannya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.