KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Mengapa Massa Otot Menurun di Usia 40-an dan Bagaimana Mengatasinya

by keprimobile
October 6, 2025
in Kesehatan
0
Mengapa Massa Otot Menurun di Usia 40-an dan Bagaimana Mengatasinya
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Memasuki usia 40-an, banyak orang mulai merasakan perubahan pada tubuh yang tak lagi sekuat dulu. Salah satu perubahan yang kerap luput disadari adalah berkurangnya massa otot, atau dalam istilah medis dikenal sebagai sarcopenia. Kondisi ini merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia, namun bisa berdampak besar pada kesehatan dan kualitas hidup jika tidak diantisipasi sejak dini.

Penurunan massa otot biasanya mulai terjadi secara perlahan sejak usia 30 tahun dan akan meningkat tajam setelah memasuki usia 40. Tubuh kehilangan sekitar 3 hingga 8 persen massa otot setiap dekade, dan proses ini bisa semakin cepat bila seseorang jarang bergerak, kurang asupan protein, atau memiliki gaya hidup tidak sehat.

Otot berperan penting dalam menjaga kekuatan fisik, postur, dan metabolisme tubuh. Ketika massa otot menurun, kemampuan tubuh untuk membakar kalori juga ikut menurun, sehingga risiko penambahan berat badan menjadi lebih tinggi. Selain itu, daya tahan tubuh berkurang, sendi lebih mudah nyeri, dan keseimbangan tubuh pun terganggu. Dalam jangka panjang, kehilangan massa otot dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera, terutama pada usia lanjut.

Menurut sejumlah studi, kehilangan otot juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan osteoporosis. Hal ini terjadi karena otot berperan dalam mengatur kadar gula darah serta menjaga kepadatan tulang melalui aktivitas fisik. Ketika jaringan otot melemah, proses metabolisme tubuh ikut terganggu dan mempercepat penuaan sel.

Namun kabar baiknya, kehilangan massa otot bukanlah sesuatu yang tidak bisa dicegah. Dengan gaya hidup aktif dan pola makan seimbang, penurunan tersebut dapat diperlambat secara signifikan. Latihan kekuatan seperti angkat beban ringan, yoga, atau bodyweight training sangat efektif dalam merangsang pembentukan otot baru. Sementara itu, asupan protein yang cukup dari sumber seperti ikan, telur, tempe, dan kacang-kacangan akan membantu proses regenerasi sel otot.

Selain olahraga dan nutrisi, istirahat yang cukup juga penting. Tidur berkualitas memberi waktu bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak setelah beraktivitas. Menghindari stres berlebihan dan menjaga asupan cairan juga berperan besar dalam mendukung fungsi otot yang optimal.

Menjaga massa otot sejak usia 40-an bukan hanya soal tampil bugar, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan. Tubuh yang kuat membuat seseorang tetap aktif, produktif, dan mandiri hingga usia lanjut. Karena itu, penting untuk mulai bergerak sekarang — bukan hanya untuk menjaga bentuk tubuh, tetapi juga untuk memastikan kualitas hidup tetap prima di masa depan.

Previous Post

Strategi Sederhana Mengelola Belanja Rumah Tangga di Era Serba Mahal

Next Post

Tanpa Operasi, Ini Teknologi Microneedling dan HIFU yang Bikin Wajah Tampak Muda

Next Post
Tanpa Operasi, Ini Teknologi Microneedling dan HIFU yang Bikin Wajah Tampak Muda

Tanpa Operasi, Ini Teknologi Microneedling dan HIFU yang Bikin Wajah Tampak Muda

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.