KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi

by keprimobile
August 3, 2026
in Internasional, Teknologi
0
AS Perketat Robot Humanoid China, Trump Buka Babak Baru Perang Teknologi
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China memasuki babak baru. Kali ini, robot humanoid menjadi salah satu medan pertarungan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil langkah untuk membatasi masuknya robot berkaki dua dan empat buatan luar negeri ke pasar AS.

Kebijakan tersebut diumumkan pada 28 Juli 2026. Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS menyebut robot-robot asing berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional, terutama karena perangkat tersebut memiliki kemampuan mengumpulkan data dan dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Langkah Washington ini secara tidak langsung menyasar China yang kini menjadi kekuatan besar dalam industri robot humanoid. Data Barclays yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan China menyumbang sekitar 85% produksi robot humanoid dunia pada 2025.

Robot Humanoid Dinilai Bisa Jadi Ancaman Keamanan

Bagi pemerintah AS, persoalan robot humanoid bukan sekadar persaingan bisnis. Teknologi tersebut dianggap memiliki fungsi ganda atau dual-use, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan sipil sekaligus kepentingan militer.

Robot yang dilengkapi kamera, sensor, koneksi internet, dan sistem kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengumpulkan informasi mengenai lokasi maupun lingkungan di sekitarnya.

Washington juga mencemaskan kemungkinan perangkat tersebut diretas atau dikendalikan dari jarak jauh. Kekhawatiran semakin besar jika robot buatan asing digunakan dalam jumlah besar di fasilitas strategis seperti pabrik, gudang, atau infrastruktur penting.

Salah satu produsen yang mendapat sorotan adalah Unitree Robotics asal China. Perusahaan tersebut disebut telah masuk dalam daftar Pentagon terkait perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer China. Robot Unitree juga dilaporkan pernah digunakan dalam latihan militer.

Sejumlah peneliti bahkan menemukan celah keamanan pada robot Unitree yang secara teoritis dapat memungkinkan pengambilalihan perangkat melalui perintah suara.

Meski demikian, sebagian kekhawatiran tersebut masih berada pada tahap teoritis. Pasalnya, industri robot humanoid komersial sendiri masih relatif muda dan belum mencapai tingkat penggunaan massal seperti smartphone atau kendaraan.

China Unggul Produksi, AS Andalkan AI

Di balik alasan keamanan nasional, kebijakan Trump juga tidak lepas dari pertarungan memperebutkan masa depan industri robotika.

China saat ini memiliki keunggulan dalam produksi massal. Produk robotik dari Negeri Tirai Bambu dapat dibuat dengan biaya lebih rendah, sementara perusahaan AS dinilai masih memiliki keunggulan dalam pengembangan AI sebagai “otak” robot.

Menurut Omdia, enam dari 10 perusahaan robotika teratas dunia berasal dari China. Perusahaan-perusahaan tersebut mengirim hampir 11.600 robot humanoid pada tahun lalu, sedangkan produsen AS hanya mengirim beberapa ratus unit.

Kesenjangan tersebut membuat pembatasan produk China berpotensi memberikan ruang bagi perusahaan AS untuk mengejar ketertinggalan.

Sejumlah pemain Amerika seperti Figure AI, Tesla melalui Optimus, dan Agility Robotics kini berlomba mengembangkan robot yang dapat melakukan pekerjaan manusia.

Namun, kebijakan proteksi juga menuai kritik. Pembatasan terhadap robot China berpotensi membuat perusahaan dan peneliti AS kehilangan akses terhadap perangkat yang relatif murah untuk penelitian dan pengembangan AI.

Dengan kata lain, menutup pintu bagi robot China belum tentu otomatis membuat industri robotika AS menjadi lebih kompetitif.

China Berpeluang Membalas

China sendiri menolak tudingan bahwa robot produksinya merupakan ancaman keamanan. Beijing menilai alasan keamanan nasional dapat digunakan Washington sebagai dalih untuk membatasi teknologi China dan melindungi industri domestiknya.

Jika perang teknologi semakin memanas, China memiliki sejumlah instrumen untuk melakukan pembalasan.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah pembatasan ekspor bahan baku strategis yang dibutuhkan industri teknologi AS. Beijing juga berpotensi memperketat akses perusahaan Amerika terhadap pasar China.

Situasi tersebut membuat robot humanoid tidak lagi sekadar persoalan teknologi. Industri ini berpotensi menjadi bagian dari persaingan ekonomi, keamanan nasional, AI, hingga rantai pasok global antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Pasar Robot Humanoid Diprediksi Meledak

Besarnya perhatian terhadap robot humanoid tidak terlepas dari prospek bisnisnya.

Barclays memperkirakan nilai pasar robot humanoid yang saat ini berada di kisaran US$2-3 miliar dapat melonjak menjadi sekitar US$200 miliar pada 2035, apabila perkembangan AI, mekanik, dan teknologi baterai terus berlanjut.

Potensi tersebut membuat robot humanoid dipandang sebagai salah satu industri strategis masa depan.

Elon Musk bahkan memperkirakan Tesla Optimus dapat menjadi salah satu produk terbesar yang pernah dikembangkan. Dengan produksi massal, harga robot yang saat ini diperkirakan sekitar US$100 ribu berpotensi turun ke kisaran US$20 ribu-US$30 ribu per unit.

Jika biaya tersebut benar-benar tercapai, penggunaan robot humanoid dapat berkembang jauh melampaui industri manufaktur. Robot bisa digunakan di gudang, fasilitas logistik, layanan kesehatan, perawatan lansia, hingga pekerjaan rumah tangga.

Perang Dagang Berubah Menjadi Perang Robot?

Kebijakan Trump menunjukkan bahwa persaingan AS-China kini semakin melebar. Setelah semikonduktor, kendaraan listrik, panel surya, dan drone, robot humanoid mulai masuk ke dalam daftar teknologi yang dianggap strategis.

Pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang mampu membuat robot paling canggih, tetapi juga siapa yang menguasai AI, komponen, bahan baku, produksi massal, dan pasar global.

Jika tren tersebut berlanjut, robot humanoid bisa menjadi simbol baru perang teknologi AS-China—sebuah pertarungan yang menentukan siapa yang akan memimpin industri otomatisasi dan AI pada dekade mendatang.

Sumber: Diolah dari laporan Deutsche Welle (DW) yang dipublikasikan melalui detikNews, 3 Agustus 2026. Artikel ini ditulis ulang dengan struktur dan narasi baru, bukan menyalin teks sumber.

Previous Post

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

Next Post

Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Diprediksi Tembus 5,4 Persen, Apa Pendorongnya?

Next Post
Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Diprediksi Tembus 5,4 Persen, Apa Pendorongnya?

Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Diprediksi Tembus 5,4 Persen, Apa Pendorongnya?

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.