KepriMobile.com
No Result
View All Result
Friday, October 2, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Impor Daging dan Susu Thailand Berpotensi Ganggu Neraca Perdagangan RI

by keprimobile
August 5, 2026
in Ekbis
0
Impor Daging dan Susu Thailand Berpotensi Ganggu Neraca Perdagangan RI
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tawaran Thailand untuk meningkatkan impor pupuk Indonesia sebagai imbalan akses ekspor daging dan susu dinilai belum menciptakan hubungan dagang yang seimbang. Ekonom memperingatkan skema ini berisiko memperdalam defisit perdagangan bilateral yang telah berlangsung sejak 2011.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal mengkritisi struktur komoditas yang dipertukarkan dalam skema tersebut. Indonesia akan mengekspor barang input produksi sementara harus mengimpor barang konsumsi jadi dari Thailand.

“Ini tidak terlalu seimbang menurut saya. Bukan kita lihat dari value-nya saja, tetapi lihat dari jenis barangnya. Kalau kita mengimpor daging dan susu, itu umumnya adalah bahan pangan untuk kebutuhan konsumsi, sementara kalau kita mengekspor pupuk, pupuk itu adalah untuk kebutuhan aktivitas produksi,” ujar Faisal dikutip dari Bisnis.com, Rabu, 5 Juli 2026.

Perbedaan jenis komoditas ini menghasilkan dampak pengganda yang berbeda terhadap perekonomian. Ekspor pupuk memberikan nilai tambah bagi aktivitas produksi di Thailand, sedangkan impor daging dan susu hanya memenuhi kebutuhan konsumsi domestik tanpa efek berganda signifikan.

“Jadi kita mengekspor barang input, sementara kita mengimpor barang jadi, barang konsumsi. Itu berhubungan dengan multiplier effect dari apa yang kita impor dan juga apa yang diekspor ke Thailand,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia konsisten mencatat defisit perdagangan dengan Thailand sejak 2011. Pada 2025, defisit menyempit menjadi US$140,6 juta dengan ekspor US$8,77 miliar dan impor US$8,91 miliar.

Kondisi itu membaik dibandingkan 2024 ketika defisit mencapai US$2,02 miliar. Namun tren negatif masih berlanjut dengan defisit US$3,03 miliar pada 2023 dan US$2,79 miliar pada 2022.

Faisal mengingatkan pemerintah perlu mencermati kondisi neraca perdagangan yang selama ini masih defisit. Impor berbagai komoditas pangan dari Thailand terjadi karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Selama ini kita perdagangan dengan Thailand kan sudah defisit. Kita banyak mengimpor hasil-hasil bahan pangan produk pertanian, yang sebetulnya karena kita tidak cukup produksi di dalam negeri, mengimpor itu sebagai sebuah konsekuensi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri,” tuturnya.

Faisal menekankan impor sebaiknya dilakukan sebagai pilihan terakhir ketika pasokan domestik tidak mencukupi. Pemerintah harus memprioritaskan penyerapan produksi dalam negeri sebelum membuka keran impor dari negara manapun.

“Jadi tentu saja itu harus dilakukan dengan rule of thumb-nya tadi. Kita memprioritaskan pemanfaatan atau penyerapan daripada produksi di dalam negeri dulu, kalau tidak cukup baru mengimpor,” imbuhnya.

Pemerintah juga perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan sumber impor. Apabila terdapat banyak negara pemasok, pemerintah sebaiknya memilih produk yang paling kompetitif dari sisi harga maupun kualitas.

“Selama ini saya melihat memang Thailand kita banyak defisitnya karena kita mengimpor bahan pangan, juga karena faktor harga. Kalau impor daging dan susu dibuka, produk Thailand harus lebih kompetitif dibanding Australia atau Selandia Baru,” lanjut Faisal.

Kerja sama dengan Thailand juga tidak boleh menghambat agenda pemerintah meningkatkan produksi peternakan nasional. Peningkatan kapasitas produksi daging dan susu dalam negeri harus tetap menjadi prioritas utama.

“Tetap dengan mendorong produksi daging dan susu di dalam negeri. Itu yang perlu juga diperhatikan jangan sampai tidak sinkron dengan upaya peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri, ini kan kaitannya dengan program pembangunan sektor peternakan,” tandasnya.

Previous Post

Promo Merdeka Suzuki Grand Vitara Hybrid Hadir Sepanjang Agustus 2026

Next Post

10 Pulau Terfavorit di Dunia 2026, Tak Ada Indonesia tapi Ada 2 Wakil Asia Tenggara

Next Post
10 Pulau Terfavorit di Dunia 2026, Tak Ada Indonesia tapi Ada 2 Wakil Asia Tenggara

10 Pulau Terfavorit di Dunia 2026, Tak Ada Indonesia tapi Ada 2 Wakil Asia Tenggara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.