KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Garam Himalaya vs Garam Laut: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

by keprimobile
October 25, 2025
in Kuliner
0
Garam Himalaya vs Garam Laut: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garam menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hidangan tak lepas dari sentuhan rasa asin yang memperkaya cita rasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul perdebatan menarik: antara garam Himalaya dan garam laut, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk tubuh?

Dari segi penampilan, keduanya memang berbeda. Garam Himalaya dikenal dengan warna merah muda keoranyean yang menarik, sementara garam laut umumnya berwarna putih keabu-abuan. Tapi di balik tampilannya, apa benar garam Himalaya lebih unggul dari garam laut? Mari kita lihat fakta ilmiahnya.

Asal dan Proses Terbentuknya

Garam Himalaya berasal dari tambang garam tua di kaki Pegunungan Himalaya, terutama dari wilayah Khewra, Pakistan. Garam ini terbentuk ratusan juta tahun lalu akibat penguapan air laut purba yang terperangkap di lapisan tanah dan batuan. Karena prosesnya alami dan tertutup dari polusi modern, garam ini sering disebut sebagai garam paling “murni” di dunia.

Sementara itu, garam laut berasal dari air laut yang diuapkan secara alami oleh panas matahari atau melalui proses mekanis. Garam ini lebih umum ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Karena berasal langsung dari laut, kandungan mineral di dalamnya bergantung pada lokasi dan tingkat kebersihan perairan tempat pengambilannya.

Kandungan Mineral di Dalamnya

Kedua jenis garam memiliki komponen utama yang sama, yakni natrium klorida (NaCl). Namun, garam Himalaya mengandung sekitar 80 hingga 84 jenis mineral jejak dalam jumlah sangat kecil, seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Kandungan zat besi inilah yang memberi warna merah muda alami pada kristalnya.

Di sisi lain, garam laut juga memiliki mineral jejak seperti kalsium dan magnesium, namun jumlahnya tergantung pada sumber lautnya. Meski demikian, para ahli gizi menilai bahwa jumlah mineral tambahan pada kedua jenis garam ini terlalu kecil untuk memberi dampak besar bagi kesehatan, karena konsumsi garam harian manusia hanya dalam takaran sendok teh.

Klaim Kesehatan dan Fakta Ilmiah

Banyak promosi menyebut garam Himalaya memiliki manfaat lebih besar seperti menyeimbangkan pH tubuh, meningkatkan tidur, atau detoksifikasi alami. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim tersebut.

Menurut Mayo Clinic dan Healthline, baik garam Himalaya maupun garam laut memiliki efek fisiologis yang sama: membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi saraf dan otot, tetapi juga bisa meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.

Artinya, jenis garam apa pun tetap harus digunakan dengan bijak. Konsumsi berlebih akan meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung, tidak peduli seberapa “alami” labelnya.

Yodium dan Aspek Kesehatan Lainnya

Satu hal penting yang sering diabaikan adalah kandungan yodium. Garam meja biasa biasanya sudah difortifikasi dengan yodium untuk mencegah penyakit gondok. Namun, garam Himalaya dan garam laut alami tidak mengandung yodium tambahan, kecuali diperkaya secara khusus oleh produsennya.

Karena itu, jika seseorang mengganti garam dapur biasa sepenuhnya dengan garam Himalaya atau garam laut tanpa tambahan yodium, maka ada risiko kekurangan yodium yang berpengaruh pada kesehatan tiroid.

Kebersihan dan Keamanan Konsumsi

Garam Himalaya berasal dari endapan purba yang terlindung dari polusi modern, sedangkan garam laut modern bisa saja mengandung mikroplastik atau logam berat, tergantung dari kebersihan laut tempatnya diekstraksi. Namun, risiko ini umumnya kecil karena proses pembersihan industri sudah dilakukan.

Dari sisi rasa, banyak orang memilih garam Himalaya karena teksturnya lebih kasar dan memberi sensasi asin yang lembut. Sedangkan garam laut lebih cepat larut dan cocok untuk masakan rumahan.

Previous Post

Passiflora, Rahasia Tersembunyi Buah Markisa untuk Tidur Nyenyak dan Anti-Stres

Next Post

Setya Kita Pancasila: Gerakan Baru Penjaga Jati Diri Bangsa

Next Post
Setya Kita Pancasila: Gerakan Baru Penjaga Jati Diri Bangsa

Setya Kita Pancasila: Gerakan Baru Penjaga Jati Diri Bangsa

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.