KepriMobile.com – Militer Suriah yang didukung pasukan udara Rusia dilaporkan berhasil merebut kembali kota kuno Palmyra. Kota tersebut sebelumnya sempat diambil alih Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Mei 2015. Keberhasilan ini didapat pasca serangkaian pertempuran sengit selama beberapa hari terakhir, lapor media setempat.
“Kota Palmyra sudah berhasil direbut seutuhnya,” lapor Televisi lokal Suriah.
Pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) Inggris yang berpangkalan di Suriah mengatakan baku tembak masih terdengar di timur kota hingga minggu pagi hari ini. Namun, pasukan ISIS telah berhasil dipukul mundur.
Palmyra, dikenal sebagai “Jembatan padang pasir”, digunakan untuk menarik ribuan wisatawan. Pada saat kelompok ISIS menguasai kota ini, beberapa monumen bersejarah dirusaknya.
Penjara Tadmur yang terkenal juga dihancurkan mereka. Tahanan pemerintah dilaporkan disiksa mereka dengan kejam.
Kembalinya kota ini menjadi kemenangan besar bagi Presiden Bashar al-Assad. Rusia yang disebut menarik pasukannya di awal bulan ini, diketahui masih akan terus melanjutkan serangan udara demi menumpas kelompok lainnya, seperti front al Nusra. (merdeka)
Related Posts

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Larangan Vape Diperketat, Singapura Amankan Ribuan Rokok Elektronik Ilegal

Tragedi di Iran: 202 Anak dan 223 Perempuan Jadi Korban Serangan Udara

Babak Baru Iran: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi, Dunia Soroti Suksesi Dinasti Politik



No Responses