Disdukcapil Meranti Siapkan 675 Akta Nikah Gratis untuk Masyarakat Suku Akit

Disdukcapil Meranti Siapkan 675 Akta Nikah Gratis untuk Masyarakat Suku Akit

KEPRIMOBILE.COM (KMC) , SELATPANJANG – Tahun 2017, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Meranti menyiapkan 675 akta nikah (perkawinan). Akta nikah ini akan diserahkan secara gratis kepada masyarakat suku akit di 9 kecamatan se Kepulauan Meranti.

Demikian disampaikan Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti Jonizar, ketika ditemui di kantornya, target mereka tahun ini, menyiapkan sebanyak 675 akta nikah. Akta nikah yang akan diberikan gratis itu, disiapkan sebanyak 75 (akta nikah, red) di tiap kecamatan untuk masyarakat suku akit. “Mudah-mudahan tidak ada rasionalisasi. Ini pelayanan jemput bola yang kita berikan untuk masyarakat,” kata Jonizar.Adapun hal yang melatarbelakangi Disdukcapil memberikan akta gratis ini adalah, banyaknya masyarakat suku akit yang menikah secara adat. Sehingga, tak jarang administrasinya ditolak saat berurusan ke dinas.

Dijelaskan Jonizar, harusnya urusan perkawinan masyarakat suku akit sebelum ke Disdukcapil, ada pemberkatan (sebab mereka sudah ada agama seperti Kristen, Budha, red). Namun, oleh kepala suku, tambah Jonizar, hanya dibuat surat keterangan suku. Secara administrasi, ini tidak diperbolehkan. “Mereka kan bukan animisme,” ujar Jonizar.Atas permasalahan ini, Disdukcapil Meranti telah berkoordinasi dengan pendeta, pengurus yayasan, dan kasi di KUA khusus agama Budha, untuk membantu menfasilitasi masyarakat suku akit. Semua masyarakat suku akit diimbau, kalau melakukan pernikahan tidak boleh melalui kepala suku lagi.Lalu, sejak Bulan Maret 2017, pendeta dan pengurus yayasan bergerilya. Mereka melakukan pemberkatan di desa-desa yang ada masyarakat suku akit dan belum mempunyai buku nikah. “Setelah dilakukan pemberkatan, saya mengeluarkan akta perkawinan yang bersangkutan,” tambah Jonizar.Akta nikah ini diberikan sekaligus Disdukcapil mensosialisasikan pencatatan perkawinan.sosialisasi itu digelar di Desa Sesap, Kecamatan Tebingtinggi.Usai sosialisasi, kata Jonizar, mereka meminta masing-masing kepala desa untuk membantu menyiapkan administrasi bagi masyarakat suku akit untuk mendapatkan akte nikah. Lalu, anak-anak masyarakat suku akit itu juga akan diberikan akte kelahiran secara gratis.”Saya berkoordinasi ke kades, bagi yang sudah diakui agama dan hukum negara, anak-anaknya akan diberikan akte kelahiran gratis,” ujar Jonizar.(GORIAU.COM)

468x60

No Responses

Leave a Reply