KepriMobile.com
No Result
View All Result
Saturday, October 3, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen

by keprimobile
May 12, 2024
in Berita
0
Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Panduan bagaimana cara beternak cacing tanah untuk pemula hingga siap panen, sebenarnya gampang-gampang susah.

Seperti kita ketahui, cacing tanah merupakan salah satu komoditi peternakan yang kini banyak dibudidayakan atau diternak untuk saat ini.

Kandungan gizi dan sumber protein tinggi yang terdapat pada tubuhnya, menjadikan cacing tanah sebagai bahan baku untuk suplemen dan obat-obatan.

“Karena tingginya permintaan pasar, budidaya cacing tanah menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Bahkan, tembus ke pasar ekspor,” kata Junaidi, seorang peternak cacing tanah yang sudah banyak memiliki mitra di Pekanbaru.

Berikut ini panduan bagaimana cara beternak cacing tanah untuk pemula sampai panen bagaimana dijelaskan Junaidi.

Cara Beternak Cacing Tanah dari Awal Hingga Panen.

Layaknya peternakan pada umumnya, pada tahap awal, budidaya cacing tanah dimulai dari menyiapkan media yang akan dijadikan sebagai tempat untuk beternak cacing.

Media ternak disiapkan dalam bentuk wadah yang biasanya terbuat dari papan berbentuk seperti bak persegi panjang, dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kebutuhan.

“Bak yang dipersiapkan harus lebih dari satu, sebab bak ini akan berfungsi sebagai media indukan, dan media pembesaran. Ukuran idealnya 90 x 50 x 36 cm. Bak ini juga harus dilapisi dengan terpal yang bertujuan agar cacing yang diternak tidak mudah lari,” tuturnya.

Setelah bak, sebagai media ternak selesai, langkah selanjutnya adalah mengisi bak dengan tanah lembab dengan ketinggian 5-10 sentimeter. Tanah ini akan menjadi tempat tinggal cacing untuk berkembang biak.

Adapun tanah yang baik untuk digunakan sebagai media, adalah tanah humus, karena memiliki tingkat kegemburan yang bagus dan memiliki nutrisi yang baik untuk cacing.

Penempatan bak sebagai media ternak juga harus disesuaikan. Tempatkan bak pada lokasi yang terlindungi dari sinar matahari secara langsung, karena cacing sangat sensitif dengan cahaya dan suhu panas.

Setelah bak siap untuk tanah, selanjutnya kita bisa memasukkan indukan-indukan cacing. “Cacing-cacing akan dijadikan sebagai indukan juga perlu diperhatikan kualitasnya, karena akan sangat mempengaruhi hasil panen,” kata Junaidi.

Dia menjelaskan, kita bisa mengambil cacing-cacing ini dari habitatnya langsung, atau membeli indukan yang sudah banyak dijual di pasaran. Indukan ini nantinya akan bertelur dan berkembang biak dengan sendirinya.

“Umumnya, hanya ada tiga jenis cacing tanah yang banyak dibudidayakan di Indonesia.  Ketiga jenis tersebut adalah Pheretima, Perionyx, serta Lumbricus,” tuturnya.

Namun, dari ketiga jenis cacing tanah yang populer, jenis cacing tanah Lumbricus Rubellus merupakan jenis cacing tanah yang disarankan untuk dibudidayakan oleh pemula.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemindahan bibit, yakni menjaga kelembaban pada tanah dengan cara rutin membasahinya dengan air. “Menjaga PH tanah pada tetap di bawah normal, yakni 5,5 hingga 7,5,” ungkapnya.

Setelah memastikan pH tanah kita dapat langsung menyebarkan bibit cacing pada wadah ternak. Selanjutnya rutin memeriksa setiap tiga jam sekali pada hari pertama perkembangbiakan.

“Kita harus memperhatikan gerak-gerik cacing. Apabila ada cacing yang keluar dari tanah dan ingin pergi dari wadah ternak, maka kemungkinan pH tanah tidak sesuai atau kondisi tanah tidak membuat cacing merasa nyaman,” ujar Junaidi.

Selanjutnya, adalah tahapan perawatan dan pemberian pakan. Pemberian pakan harus dilakukan secara rutin agar cacing dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Untuk pakan cacing tanah, yang paling disarankan adalah kotoran hewan ternak seperti kotoran sapi dan kerbau. Selain itu, ampas tahu, sisa sayuran kering atau kompos dari bahan-bahan organik juga bisa dijadikan sebagai pakan cacing.

Termasuk limbah pertanian, tetes, dan probiotik juga merupakan pakan cacing yang dapat membuat cacing cepat gemuk dan sehat.

“Kita dapat menggunakan metode fermentasi, serta memastikan bahwa jenis pakan memiliki struktur gembur, agar cacing lebih mudah untuk memakannya,” katanya.

Pada tahap awal, cacing tanah sudah dapat dipanen pada usia tiga bulan. Jangka waktu ini diukur dari waktu ideal cacing ditetaskan hingga menjadi cacing dewasa. Setelah panen pertama dilakukan, maka durasi panen selanjutnya bisa dilakukan sebulan sekali.

Begitulah panduan bagaimana cara beternak cacing tanah untuk pemula hingga siap panen. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.***

Previous Post

Pertamina: Pertamax Green 95 Bukan Untuk Menggantikan Pertalite

Next Post

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

Next Post
Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.