Harga Crude Palm Oil (CPO) kontrak di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) jatuh pada perdagangan Senin, 3 Februari 2025.
Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni melemahnya harga dalian palm olein serta kekhawatiran terhadap permintaan yang lesu dalam beberapa pekan ke depan.
Mengutip Bernama, analis pasar minyak sawit David Ng mengatakan bahwa tren pelemahan ini dipengaruhi oleh prospek permintaan yang masih lesu, sehingga harga CPO cenderung mengalami tekanan.
“Kami memperkirakan harga CPO akan menemukan level support di 4.430 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” ujar David Ng.
Penurunan harga CPO terjadi di tengah ketidakpastian pasar global serta fluktuasi harga minyak nabati lainnya, terutama dari pasar China.
Para pelaku pasar kini mencermati dinamika permintaan dan faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi harga komoditas ini dalam waktu dekat.
Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 47 Ringgit Malaysia menjadi 4.682 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak April 2025 terkoreksi 60 Ringgit Malaysia menjadi 4.585 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak CPO untuk Mei 2025 anjlok 70 Ringgit Malaysia menjadi 4.484 Ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak Juni 2025 melemah 73 Ringgit Malaysia ke level 4.382 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Juli 2025 juga tertekan 74 Ringgit Malaysia ke 4.290 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Agustus 2025 turun 71 Ringgit Malaysia menjadi 4.231 Ringgit Malaysia per ton.***
Related Posts

Biaya Ekspor Sawit Melonjak 50 Persen Akibat Konflik Timur Tengah, Industri CPO Indonesia Tertekan

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional



No Responses