KepriMobile.com
No Result
View All Result
Friday, October 2, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Kehilangan Potensi 1,6 Juta Ton Bioetanol dari Limbah Sawit

by keprimobile
August 4, 2025
in Nasional
0
Kehilangan Potensi 1,6 Juta Ton Bioetanol dari Limbah Sawit
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Potensi sebesar 1,6 juta ton bioetanol dari 50 juta ton limbah sawit di Indonesia hingga kini belum tergarap maksimal. Angka ini didapat dari estimasi luas kebun kelapa sawit di Indonesia saat ini.

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% dari bauran energi nasional pada 2025.

Hingga akhir 2024, realisasi EBT baru mencapai 14,1%. Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemanfaatan biomassa lignoselulosa dari limbah kelapa sawit dinilai sebagai solusi potensial, kata Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kimia, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Roni Maryana.

Dalam orasinya berjudul; Inovasi Teknologi Konversi Biomassa Lignoselulosa Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Bahan Kimia Berkelanjutan, Roni menekankan pentingnya kemandirian energi dan pengurangan impor bahan kimia yang masih menelan biaya ratusan juta dolar per tahun.

“Dengan memanfaatkan biomassa lokal, kita bisa mengurangi ketergantungan impor dan mendorong industri hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.

Potensi Besar dari Limbah Perkebunan

Roni menjelaskan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, terutama dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Biomassa ini bisa dikonversi menjadi bioetanol generasi kedua (G2) yang tidak bersaing dengan bahan pangan.

“Dengan luas perkebunan sawit saat ini, Indonesia menghasilkan sekitar 50 juta ton limbah sawit setiap tahun. Jumlah ini berpotensi menghasilkan lebih dari 1,6 juta ton bioetanol,” jelas Roni.

Namun, menurutnya, bioetanol G2 belum dikomersialisasikan secara luas di Indonesia.

Padahal, integrasi antara bioetanol G1 dan G2 dari tebu dan kelapa sawit sangat mungkin dilakukan dan dapat mendukung kebijakan energi nasional, termasuk Perpres No. 40 Tahun 2023 tentang percepatan penyediaan bioetanol.

Sebagai bagian dari risetnya, Roni dan tim BRIN mengembangkan dua jenis teknologi reaktor untuk meningkatkan efisiensi konversi biomassa.

Pertama, reaktor delignifikasi portabel skala laboratorium untuk eksperimen paralel; Kedua, Screw Continuous Reactor (SCR) skala pilot yang mampu memproses biomassa secara terus menerus dengan efisiensi tinggi dan lebih ramah lingkungan.

“Inovasi ini mendukung transisi energi bersih dan pengembangan ekonomi sirkular. Dari laboratorium hingga ladang sawit, konversi biomassa jadi harapan baru menuju Indonesia mandiri energi,” tutup Roni.

Roni Maryana merupakan Profesor Riset ke-693 secara nasional dan ke-70 di BRIN. Ia meraih gelar doktor di bidang bioresource engineering dari University of Tsukuba, Jepang, pada 2017 dan telah memegang 15 paten di bidang teknologi biomassa.***

Previous Post

Apakah Stok Beras Nasional Benar-benar Aman?

Next Post

Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

Next Post
Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.