KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

74 Pelajar Indonesia Terjebak di Yaman, Mokha Dikuasai Houthi

by keprimobile
September 18, 2026
in Internasional
0
74 Pelajar Indonesia Terjebak di Yaman, Mokha Dikuasai Houthi
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebanyak 74 warga negara Indonesia (WNI) masih berada di Kota Mokha, Yaman, di tengah situasi keamanan yang memburuk setelah kelompok Houthi menguasai kota pelabuhan strategis tersebut. Sebagian besar WNI yang berada di wilayah itu merupakan pelajar.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi para WNI tersebut dan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah. Pemerintah juga meminta seluruh WNI yang berada di Yaman untuk mengikuti perkembangan serta arahan keselamatan yang disampaikan otoritas Indonesia.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat 77 WNI yang berada di Mokha. Namun, tiga orang berhasil keluar dari kota tersebut sehingga jumlah WNI yang masih berada di lokasi menjadi 74 orang. Kemlu memastikan seluruh WNI yang tersisa merupakan pelajar.

Pemantauan dilakukan melalui KBRI Muscat yang memiliki wilayah kerja untuk Yaman, dengan koordinasi bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Kemlu juga menyediakan saluran komunikasi darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan dalam situasi mendesak.

Situasi menjadi perhatian karena Mokha merupakan kota pelabuhan yang berada di pesisir Laut Merah. Kota tersebut terletak tidak jauh dari Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Penguasaan Mokha oleh Houthi pada 10 September 2026 menjadi salah satu perkembangan besar dalam konflik Yaman. Pergerakan tersebut memperluas wilayah yang berada di bawah kendali kelompok tersebut dan kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meluasnya konflik bersenjata di negara itu.

Situasi di Yaman sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun. Konflik antara Houthi dan kelompok yang berseberangan dengan mereka sebelumnya mengalami penurunan intensitas setelah gencatan senjata pada 2022, meski penyelesaian politik secara menyeluruh belum tercapai.

Kondisi terbaru menunjukkan ketegangan kembali meningkat. Associated Press melaporkan bahwa setelah menguasai Mokha dan sejumlah pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb, Houthi juga menghadapi pertempuran di sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Marib yang kaya sumber daya energi. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas Yaman dan kawasan sekitarnya.

Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Yaman. Eskalasi konflik juga berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional karena kawasan Laut Merah merupakan salah satu jalur penting bagi lalu lintas kapal dunia.

Bagi Indonesia, persoalan yang paling mendesak adalah memastikan keselamatan puluhan pelajar yang masih berada di Mokha. Pemerintah belum menyampaikan adanya proses evakuasi besar-besaran terhadap 74 WNI tersebut, sementara kondisi keamanan dan akses keluar-masuk wilayah menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

Pada 23 September 2026, perhatian terhadap keselamatan 74 WNI kembali mencuat di Indonesia. Komisi I DPR RI mendorong pemerintah menyiapkan skenario perlindungan dan evakuasi apabila kondisi keamanan di Yaman semakin memburuk.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan situasi di lapangan terus dipantau. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan langkah berikutnya, termasuk kondisi jalur darat, ketersediaan transportasi, keamanan rute, serta koordinasi dengan otoritas setempat dan negara-negara di sekitar Yaman.

Di tengah kondisi tersebut, Kemlu meminta WNI yang berada di Yaman untuk tidak mengambil tindakan yang dapat meningkatkan risiko keselamatan. Warga Indonesia juga diminta tetap berkomunikasi dengan perwakilan RI dan segera menghubungi saluran darurat apabila menghadapi situasi yang mengancam.

Keberadaan 74 pelajar Indonesia di Mokha menjadi perhatian serius karena mereka berada di tengah wilayah yang mengalami perubahan situasi keamanan secara cepat. Pemerintah Indonesia kini terus memantau kondisi mereka sembari menyiapkan langkah perlindungan sesuai perkembangan di lapangan.

Untuk saat ini, informasi resmi Kemlu menyebut kondisi para WNI masih dipantau melalui jaringan perwakilan Indonesia di kawasan. Pemerintah juga belum menyatakan bahwa seluruh 74 WNI telah berhasil dievakuasi dari Mokha.

Situasi tersebut membuat perkembangan di Yaman menjadi perhatian bukan hanya bagi masyarakat internasional, tetapi juga keluarga para pelajar Indonesia yang menunggu kepastian mengenai keselamatan anggota keluarga mereka.

Selama kondisi keamanan di Mokha belum sepenuhnya stabil, keselamatan 74 WNI menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Perkembangan situasi di lapangan dan akses keluar dari kota tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah perlindungan berikutnya.

Previous Post

Australia Larang Pelajar Asing Bawa Keluarga, Warga Indonesia Kena Dampaknya?

Next Post

Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun

Next Post
Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun

Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.