KEPRIMOBILE.COM, Siak – PT Arara Abadi, Unit Usaha APP Group, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan masyarakat Desa Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.
Perusahaan mengambil langkah cepat setelah Tim Patroli mendeteksi titik kebakaran pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Lokasi kebakaran berada sekitar 1 kilometer di luar batas konsesi PT Arara Abadi.
Bersama unsur TNI/Polri dan masyarakat, tim pemadam perusahaan langsung menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Pemadaman terpadu tersebut berhasil mengontrol api hingga 100 persen sekitar pukul 18.00 WIB.
Koordinator Operasional Penanganan Karhutla PT Arara Abadi, Angga Syafrianto, mengatakan perusahaan tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat deteksi dini melalui patroli rutin.
“Begitu titik api terdeteksi oleh tim patroli pada sore hari, kami langsung melakukan pengecekan dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat serta Regu Pemadam Kebakaran menuju lokasi,” ujar Angga.
Menurutnya, tim menghentikan pemadaman aktif pada malam hari dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel. Perusahaan kemudian menjadwalkan penyisiran dan pendinginan pada Sabtu (19/9/2026) pagi untuk memastikan tidak ada bara tersisa.
“Pengendalian api hingga 100 persen bukan berarti pekerjaan selesai. Tim tetap akan melakukan penyisiran dan pendinginan pada pagi hari untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada potensi api kembali menyala,” jelasnya.
FOM Head PT Arara Abadi, Richard Sudinardo, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam pemadaman di luar konsesi merupakan bentuk komitmen membantu masyarakat sekaligus mencegah potensi meluasnya kebakaran ke wilayah lain.
“PT Arara Abadi berkomitmen akan membantu pemadaman sampai 5 kilometer dari batas luar konsesi perusahaan. Karena itu, kecepatan deteksi, mobilisasi personel, koordinasi antar tim dan stakeholder di lapangan, serta penyisiran pascakebakaran menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” ungkap Richard.
Ia menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mempercepat pengendalian api dan mengurangi risiko dampak terhadap lingkungan.
Bhabinkamtibmas Desa Paluh, Aipda Novi Kurniawan, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam penanganan kebakaran tersebut. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran,” katanya.
Penghulu Desa Paluh, Suprayetno, turut menyampaikan apresiasi kepada PT Arara Abadi, khususnya RPK, yang bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga membantu memadamkan kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Arara Abadi, khususnya RPK, yang telah bekerja sama dengan masyarakat Kampung Paluh, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat lainnya dalam memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan. Semoga kerja sama ini tetap terjalin dan terjaga,” ujarnya.***













