KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

by keprimobile
September 12, 2026
in Teknologi
0
Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gempa bumi yang mengguncang kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) membuat warga di sejumlah daerah ikut merasakan getarannya. Meski cakupan guncangan cukup luas, gempa tersebut tidak diperkirakan menimbulkan kerusakan struktural.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan kekuatan gempa dari laporan awal magnitudo 5,9 menjadi M6,5. Gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu.

Yang menarik, gempa tersebut memiliki kedalaman mencapai 368 kilometer. Karakteristik inilah yang menjadi salah satu alasan guncangannya dapat dirasakan hingga wilayah yang jauh dari pusat gempa.

Ahli gempa dan geofisika dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan gempa Kepulauan Seribu merupakan contoh gempa bumi dalam atau deep focus earthquake.

Menurut analisisnya, sumber gempa tidak berasal dari aktivitas sesar dangkal di sekitar Kepulauan Seribu. Gempa berkaitan dengan patahan batuan pada slab Lempeng Samudra Australia yang telah menunjam jauh ke bawah Laut Jawa.

Peristiwa tersebut termasuk gempa intraslab, yakni gempa yang terjadi di dalam lempeng yang telah menunjam ke bawah lempeng lainnya.

Kedalaman sumber gempa membuat karakter getarannya berbeda dengan gempa dangkal. Energi gempa dapat menjalar dalam wilayah yang luas sehingga getaran masih terasa di sejumlah daerah yang lokasinya cukup jauh dari episentrum.

Fenomena tersebut menjelaskan mengapa gempa yang berpusat di sekitar Laut Jawa dapat dirasakan warga di berbagai wilayah.

Laporan guncangan tercatat dari kawasan Jakarta dan Jawa Barat hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan sejumlah daerah di Sumatra.

Getaran dengan intensitas IV MMI dilaporkan dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Sementara intensitas III MMI tercatat di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, dan Cilacap.

Guncangan dengan intensitas II-III MMI juga dilaporkan terasa di Rancaekek, Lembang, Garut, Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Malang, Bengkulu, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Menurut penjelasan ahli, pola tersebut berkaitan dengan karakter medium tempat gelombang seismik merambat. Pada gempa dalam, energi dapat menjalar melalui bagian lempeng yang relatif padat sebelum kemudian mencapai wilayah yang lebih luas.

Walaupun wilayah yang merasakan getaran sangat luas, kedalaman sumber gempa membuat sebagian energi mengalami disipasi dalam perjalanan menuju permukaan.

Kondisi tersebut menyebabkan getaran dapat dirasakan di banyak tempat, tetapi dampak terhadap bangunan tidak otomatis besar.

Daryono menjelaskan bahwa luasnya jangkauan guncangan tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk memperkirakan tingkat kerusakan. Pada gempa Kepulauan Seribu ini, energi yang sampai ke permukaan telah banyak berkurang.

Selain memastikan karakter gempa, BMKG juga melakukan pemodelan untuk melihat kemungkinan tsunami.

Hasil analisis BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga sekitar pukul 05.00 WIB, BMKG juga belum mendeteksi aktivitas gempa susulan berdasarkan informasi yang tersedia saat itu.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi. BMKG juga mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Getaran gempa juga sempat memengaruhi operasional transportasi. Perjalanan sejumlah rangkaian KRL dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada petugas melakukan pemeriksaan jalur.

Setelah proses pemeriksaan selesai dan kondisi jalur dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali berjalan normal.

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan kondisi Kepulauan Seribu tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung.

Gempa Kepulauan Seribu memberikan gambaran bahwa kekuatan gempa dan luas wilayah yang merasakan getaran tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kerusakan.

Gempa dengan sumber yang sangat dalam dapat terasa hingga wilayah yang jauh. Sebaliknya, energi yang mencapai permukaan dapat lebih kecil karena telah mengalami pelemahan selama merambat dari sumbernya.

Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi BMKG setiap kali terjadi gempa dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan seberapa luas getaran dirasakan.

Gempa Kepulauan Seribu pada 12 September 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas tektonik jauh di bawah permukaan bumi dapat menghasilkan guncangan yang dirasakan di wilayah sangat luas, meski tidak menimbulkan dampak kerusakan besar di permukaan.

Previous Post

Cegah Karhutla, Polsek Tualang dan PT Arara Abadi Dorong Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Next Post

Fosil di Sulawesi Bongkar Rahasia Manusia Purba Konsumsi Zat Psikoaktif 25.000 Tahun Lalu

Next Post
Fosil di Sulawesi Bongkar Rahasia Manusia Purba Konsumsi Zat Psikoaktif 25.000 Tahun Lalu

Fosil di Sulawesi Bongkar Rahasia Manusia Purba Konsumsi Zat Psikoaktif 25.000 Tahun Lalu

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.