KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Karhutla 2026 Bisa Rugikan Rp123 Triliun, CELIOS Kritik Anggaran Penanganan yang Minim

by keprimobile
September 5, 2026
in Nasional
0
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Bukan hanya merusak lingkungan, bencana ini juga berpotensi menimbulkan pukulan besar terhadap perekonomian dan kesehatan masyarakat.

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan total kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026 berada di kisaran Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun.

Angka tersebut bahkan belum memasukkan kemungkinan karhutla terus meluas hingga akhir tahun. Artinya, nilai kerugian sebenarnya berpotensi lebih besar.

CELIOS Soroti Kesiapan Anggaran Pemerintah

Di tengah besarnya potensi kerugian tersebut, CELIOS menilai kebijakan anggaran pemerintah untuk menghadapi bencana, termasuk karhutla, masih belum menunjukkan kesiapan yang memadai.

Direktur Ekonomi CELIOS Nailul Huda mengatakan keterbatasan ruang fiskal dapat membuat pemerintah daerah kesulitan menghadapi bencana yang terjadi berulang.

Menurutnya, pengurangan transfer ke daerah untuk membiayai program prioritas berpotensi ikut memengaruhi kemampuan daerah dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.

CELIOS menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan ekologis, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Kerugian Ekonomi Capai Rp29,54 Triliun

Berdasarkan perhitungan CELIOS, kerugian yang berasal dari kerusakan aset fisik serta terganggunya aktivitas ekonomi mencapai sekitar Rp29,54 triliun.

Dampaknya tidak terbatas pada wilayah yang mengalami kebakaran. Aktivitas perdagangan, pertanian, hingga sektor akomodasi dan makanan-minuman ikut berpotensi mengalami pelemahan akibat asap dan terganggunya kegiatan produksi.

Selain kehilangan aktivitas ekonomi, karhutla juga diperkirakan mengurangi penerimaan pemerintah daerah.

CELIOS menghitung potensi penerimaan pajak daerah yang hilang mencapai sekitar Rp269,86 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa biaya karhutla jauh lebih besar dibandingkan sekadar kerugian akibat lahan atau aset yang terbakar.

Beban Kesehatan Bisa Tembus Rp93,56 Triliun

Dampak terbesar justru terlihat dari sisi kesehatan masyarakat.

CELIOS memperkirakan biaya kesehatan untuk masyarakat yang terdiagnosis akibat paparan karhutla mencapai sekitar Rp9,75 triliun.

Namun, jika perhitungan turut memasukkan masyarakat yang mengalami gejala tetapi tidak selalu mendapatkan pemeriksaan medis, biaya kesehatan berpotensi melonjak hingga Rp93,56 triliun.

Angka tersebut setara dengan sekitar 67,6 persen anggaran fungsi kesehatan dalam APBN 2026.

Beban tersebut juga berpotensi merembet ke pembiayaan layanan kesehatan, termasuk meningkatnya klaim BPJS Kesehatan. Di sisi lain, masyarakat yang terdampak asap juga dapat mengalami penurunan produktivitas dan daya beli.

Karhutla Tak Lagi Hanya Persoalan Sumatra dan Kalimantan

Persebaran dampak karhutla juga menjadi perhatian.

Kalimantan Barat tercatat sebagai wilayah dengan estimasi dampak ekonomi nominal terbesar, sekitar Rp5,7 triliun. Berikutnya terdapat Papua Barat dengan sekitar Rp4,3 triliun dan Nusa Tenggara Timur sekitar Rp2,8 triliun.

Data tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai masalah di Sumatra atau Kalimantan.

Pergerakan titik api dan dampak asap membuat pemerintah perlu memperkuat strategi mitigasi secara nasional, termasuk di wilayah Indonesia bagian timur.

CELIOS Dorong Perubahan Strategi

Besarnya potensi kerugian membuat CELIOS mendorong pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan penanganan karhutla.

Menurut lembaga tersebut, pendekatan penanggulangan tidak seharusnya hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Pemerintah perlu memperkuat pencegahan, kesiapan anggaran, pengawasan wilayah rawan, serta respons cepat ketika titik api mulai muncul.

CELIOS juga mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan karhutla 2026 sebagai bencana nasional serta mengevaluasi kebijakan dan izin usaha yang memiliki potensi meningkatkan risiko kebakaran.

Dengan potensi kerugian yang telah mencapai ratusan triliun rupiah jika dampak kesehatan turut diperhitungkan, karhutla kini bukan sekadar persoalan lingkungan.

Previous Post

RUPSLB Tetapkan Lima Direksi Baru, BTN Perkuat Regenerasi dan Transformasi

Next Post

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Jalan

Next Post
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Jalan

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Jalan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.