KepriMobile.com
No Result
View All Result
Saturday, October 3, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Banyak yang ikut Kawal Pak Habib

by keprimobile
January 24, 2017
in News
0
Banyak yang ikut Kawal Pak Habib
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KEPRIMOBILE.COM (KMC), PEKANBARU – RIZIEQ Shihab yang bergelar Habib lantaran memiliki hubungan pertalian darah dengan Yang Mulia Rasulullah Muhammad SAW, kembali diperiksa polisi, dan para pendukungnya ramai-ramai menggelar aksi di depan kantor polisi. Dan ini meresahkan.

Satu kesepakatan menyatukan mereka untuk membentuk kerumunan: Pak Habib telah dikriminalisasi oleh polisi. Dalam hal ini khususnya oleh Kepala Polri, Jenderal Tito Karnavian, yang makin ke sini makin kencang disuarakan sebagai “musuh Islam” lantaran kebijakan- kebijakannya yang (disangkakan, dianggap, dan terlanjur diyakini) tidak “memihak Islam”.

Dan lantaran sebab itu, maka mereka merasa harus melakukan pengawalan. Polisi (dan pemerintah yang dituding melakukan hal yang sama) mesti diawasi agar penyidikan yang dilakukan tidak sampai menyeret Pak Habib ke muka hakim yang potensial menjebloskan beliau ke balik jeruji besi.

Saya tidak hendak mempersoalkan apakah atas kasus-kasus yang menjeratnya Pak Habib benar-benar dikriminalisasi oleh polisi (oleh Tito) dan pemerintah atau tidak. Cara pandang yang melahirkan kesimpulan ini sudah bengkok dari “sononya” sehingga memang sangat sulit (untuk tidak menyebutnya mustahil) diluruskan lagi. Saya percaya penggugatan terhadap kesimpulan perihal kriminalisasi hanya akan mencuatkan debat-debat yang panjang dan panas dan serba riuh. Debat-debat yang tiada berujung dan karenanya tidak memperoleh apa-apa selain tekanan darah yang naik ke titik di atas normal. Sia-sia belaka.

Tentu saja saya juga tak akan mempersoalkan kesimpulan yang lebih aduhai. Bahwa mengkriminalisasi Pak Habib berarti mengkriminalisasi umat Islam di seluruh penjuru tanah air. Bahwa tersakitinya Pak Habib adalah berarti tersakitinya umat Islam Indonesia. Bahwa Pak Habib adalah ulama terkasih dan Imam Besar Umat Islam dan wajib hukumnya dibela dengan segenap jiwa raga sampai tetes darah penghabisan. Bahwa yang tidak ikut merasa terkriminalisasi dan tersakiti dan tidak ikut membela merupakan bagian dari kaum sekuler, liberal, komunis, dan kafir.

Saya kira, tiap-tiap kesimpulan, tiap-tiap pandangan, sengawur apapun, tidak boleh tidak dihargai. Kendati mendebat dan melontar kritik pada dasarnya adalah perwujudan dari sikap menghargai juga, apabila hal ini justru potensial merusak perkawanan dan persaudaraan, maka sebaiknya memang dihindarkan. Biarlah pendapat-pendapat dan kesimpulan tersebut berjalan sendiri-sendiri saja.

Lantas apa yang meresahkan? Ketimbang menyoal kesekuleran, keliberalan, kekomunisan, dan kekafiran, saya lebih melihat kedatangan ribuan orang ke kantor polisi untuk mengawal Pak Habib adalah bentuk ketidakpercayaan terhadap hukum yang sekaligus merupakan pengejawantahan yang sangat sahih dari sikap tidak percaya kepada pemerintah.

Logikanya, dalam hal ini tentu saja logika mereka, hukum merupakan produk pemerintah. Bukan produk pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebenarnya. Sebab sebagian besar isi Kitab Undang Undang Hukum kita, pidana maupun perdata, diproduksi di masa kolonial. Produk Belanda dan masih banyak yang belum mengalami pembaruan.

Akan tetapi tidak sedikit yang menganggap hukum sebagai produk pemerintah di bawah pimpinan Jokowi. Dan lantaran tak percaya Jokowi maka hukumnya juga tidak boleh dipercaya. Sebab dengan kuasa di tangannya, Jokowi dapat menekuk-nekuk hukum sesuka hati dan ini bukanlah kabar yang baik bagi Pak Habib.

Sesungguhnya skeptisisme terhadap hukum dalam kaitpautnya dengan Pak Habib dan kasus-kasus yang menjeratnya bukan baru satu kali terjadi. Jika dihitung sejak tahun 2002 saja, tak kurang sepuluh kali kecenderungan model begini berulang. Ramai-ramai membentuk kerumunan di kantor polisi bahkan gedung pengadilan.(TRIBUNNEWS.COM)

Previous Post

Kapolda Riau Instruksikan Seluruh Kapolres Agar Tidak Tinggalkan Daerahnya

Next Post

Ridwan:Usulkan Nama untuk Jembatan Pelangi di Bandung

Next Post
Ridwan:Usulkan Nama untuk Jembatan Pelangi di Bandung

Ridwan:Usulkan Nama untuk Jembatan Pelangi di Bandung

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.