KepriMobile.com
No Result
View All Result
Saturday, October 3, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

by keprimobile
August 26, 2025
in Kesehatan
0
Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jepang saat ini menghadapi wabah bakteri pemakan daging yang dikenal sebagai Sindrom Toksik Syok Streptokokus (STSS). Otoritas kesehatan setempat telah melaporkan hampir 1.000 kasus infeksi, memicu kewaspadaan tinggi di seluruh negeri.

Menurut Ken Kikuchi, seorang profesor penyakit menular di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo, infeksi ini dapat mematikan dalam waktu singkat.

“Kebanyakan kematian terjadi dalam waktu 48 jam,” kata Kikuchi. “Segera setelah pasien melihat pembengkakan di kaki di pagi hari, itu dapat membesar hingga mencapai lutut pada siang hari, dan mereka bisa meninggal dalam waktu 48 jam.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peningkatan kasus ini terjadi setelah berakhirnya pembatasan Covid-19.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri pemakan daging (STSS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus kelompok A.

Bakteri ini masuk ke jaringan dalam dan aliran darah, melepaskan racun yang menyebabkan respons tubuh yang cepat dan berbahaya. Meski jarang, infeksi STSS dapat menular dari manusia ke manusia.

STSS dimulai dengan gejala awal seperti demam, menggigil, nyeri otot, mual, dan muntah. Dalam waktu 24 hingga 48 jam, infeksi ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah, kegagalan organ, detak jantung cepat, dan pernapasan cepat.

Streptococcus kelompok A (GAS) biasanya menyebabkan radang tenggorokan pada anak-anak, tetapi pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala serius seperti nyeri dan pembengkakan pada anggota tubuh, demam, dan tekanan darah rendah.

Infeksi ini bisa dengan cepat berkembang menjadi kematian jaringan, masalah pernapasan, kegagalan organ, dan kadang-kadang kematian, terutama pada orang berusia di atas 50 tahun.

Perawatan medis dini sangat penting untuk mengobati gejala serius ini dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mengobati STSS melibatkan pemberian antibiotik kuat melalui infus untuk membunuh bakteri. Pasien juga menerima cairan untuk menstabilkan tekanan darah dan membantu organ mereka berfungsi dengan baik.

Pada kasus yang parah, operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan mencegah masalah lebih lanjut. Mendapatkan perawatan dengan cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi serius atau kematian akibat STSS.

Jepang terus memantau situasi ini dengan ketat dan berupaya meningkatkan kesadaran serta respons cepat terhadap wabah ini guna melindungi warganya.***

 

Sumber: Bloomberg Technoz

Previous Post

Ibu Perlu Tahu, Buah Ini Banyak Manfaat Untuk Si Kecil

Next Post

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Next Post
Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

Pengangkatan Pejabat Baru di Kejaksaan Tinggi NTT, Berikut Pesan Kajati

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.