KepriMobile.com
No Result
View All Result
Thursday, October 1, 2026
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
KepriMobile.com
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner
No Result
View All Result
KepriMobile.com
No Result
View All Result

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

by keprimobile
September 17, 2026
in Ekbis
0
Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nilai tukar rupiah kembali bergerak di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, 16 September 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.731 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengacu pada data Bloomberg yang dikutip sejumlah laporan pasar, rupiah turun sekitar 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan tersebut terjadi ketika sebagian besar mata uang Asia juga berada dalam tekanan terhadap dolar AS. Pada awal perdagangan, won Korea Selatan, rupee India, yen Jepang, baht Thailand, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan yuan China tercatat melemah.

Rupiah Tertekan Bersama Mata Uang Asia

Pelemahan rupiah pada pagi hari tidak terjadi sendirian.

Data pasar menunjukkan won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang Asia yang mengalami tekanan cukup besar, disusul rupee India dan yen Jepang. Baht Thailand serta dolar Singapura juga bergerak melemah terhadap dolar AS.

Di sisi lain, peso Filipina dan ringgit Malaysia masih mencatat penguatan pada awal perdagangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen terhadap dolar AS masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan mata uang kawasan.

Bagi rupiah, pergerakan mata uang global menjadi perhatian karena perubahan nilai dolar AS dapat memengaruhi arus modal, biaya impor, hingga pembayaran kewajiban dalam valuta asing.

Pasar Masih Mencermati Kebijakan The Fed

Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pergerakan imbal hasil obligasi AS (US Treasury yield) menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar karena dapat memengaruhi daya tarik aset berdenominasi dolar.

Ketika imbal hasil aset AS meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana ke aset berbasis dolar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap dolar dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Sentimen global seperti inilah yang turut menjadi perhatian pelaku pasar ketika rupiah memasuki perdagangan hari itu.

Kurs Rupiah di Bank Berbeda dengan Pasar Spot

Pergerakan rupiah di pasar spot juga perlu dibedakan dari kurs transaksi yang ditetapkan perbankan.

Pada pagi 16 September, misalnya, data yang dihimpun Bisnis.com menunjukkan kurs dolar AS di sejumlah bank berada pada level berbeda-beda. BCA menetapkan e-rate beli Rp17.703 dan jual Rp17.723, sedangkan Bank Mandiri memasang special rate beli Rp17.700 dan jual Rp17.730.

Perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim karena kurs bank dapat berubah mengikuti waktu pembaruan, jenis transaksi, serta kebijakan masing-masing bank.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia juga memiliki angka tersendiri. Data kurs BI untuk 16 September 2026 mencatat kurs jual Rp17.775,44, kurs beli Rp17.598,56, dengan kurs tengah hasil pengolahan sebesar Rp17.687.

Karena itu, angka Rp17.731 pada pembukaan perdagangan sebaiknya dibaca sebagai pergerakan pasar spot, bukan sebagai kurs jual atau kurs beli resmi seluruh perbankan.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat memberikan dampak berbeda bagi berbagai kelompok.

Bagi importir, rupiah yang melemah berarti kebutuhan rupiah untuk membeli barang atau membayar kewajiban dalam dolar menjadi lebih besar.

Dampaknya juga dapat terasa pada perusahaan yang memiliki biaya impor tinggi, terutama ketika bahan baku atau komponen produksi berasal dari luar negeri.

Sebaliknya, eksportir yang menerima pendapatan dalam dolar dapat memperoleh lebih banyak rupiah ketika pendapatan valuta asing tersebut dikonversikan ke mata uang domestik.

Bagi masyarakat, pergerakan rupiah juga dapat berkaitan dengan biaya perjalanan ke luar negeri, pembayaran pendidikan atau layanan dalam dolar, serta harga sejumlah produk yang memiliki komponen impor.

Rupiah Masih Menghadapi Dinamika Global

Pergerakan rupiah sepanjang September menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Data kurs BI memperlihatkan kurs tengah berada di Rp17.536 pada 11 September, kemudian meningkat menjadi Rp17.687 pada 16 September. Dalam konteks kurs tersebut, angka rupiah yang lebih tinggi berarti nilai rupiah terhadap dolar berada dalam posisi lebih lemah.

Namun, pergerakan harian tidak selalu mencerminkan tren jangka panjang. Investor masih akan mencermati berbagai indikator ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan bank sentral, pergerakan imbal hasil obligasi, harga komoditas, serta arus modal ke pasar negara berkembang.

Dengan demikian, perhatian pasar bukan hanya tertuju pada level Rp17.731 per dolar AS saat pembukaan, tetapi juga pada kemampuan rupiah bergerak sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen global dan kondisi pasar domestik.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, perubahan kurs tersebut menjadi pengingat bahwa nilai dolar AS terhadap rupiah dapat bergerak cepat dalam hitungan jam. Karena itu, kurs yang muncul pada awal perdagangan belum tentu menjadi angka yang bertahan hingga penutupan pasar.

Previous Post

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

Next Post

Australia Larang Pelajar Asing Bawa Keluarga, Warga Indonesia Kena Dampaknya?

Next Post
Australia Larang Pelajar Asing Bawa Keluarga, Warga Indonesia Kena Dampaknya?

Australia Larang Pelajar Asing Bawa Keluarga, Warga Indonesia Kena Dampaknya?

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

Kenapa iPhone Harus Update iOS? Ini Alasannya

August 21, 2025
Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

Ubah Cara Pandang terhadap Jelantah, PDC Dorong Ekonomi Sirkular di Tiga Desa Rokan Hilir

July 31, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

February 8, 2026
Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

Daun Bidara: Tanaman Herbal yang Kaya Antioksidan dan Antimikroba

November 28, 2025
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

0
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau Bersama BRK Syariah Serahkan Bantuan CSR Untuk Masjid Al Husni

0
Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

Kunker ke Karimun, Direksi BRK Syariah Lanjutkan Safari Ramadan Bersama Pemprov Kepri dan Berikan Bantuan CSR

0
Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

Tsunami Terjang Jepang Imbas Gempa Dahsyat Taiwan, 3 Wilayah Kena

0
PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

PDC Tandai HUT ke-45 dengan Aksi Kemanusiaan, 100 Kantong Darah Terkumpul

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

Btn Housingpreneur Batch 3 Dorong Gen Z Hadirkan Inovasi untuk Masa Depan Sektor Perumahan

September 28, 2026
BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

BRK Syariah Perkuat Posisi BPD di Riau dan Kepri

September 28, 2026
KepriMobile.com

© 2026 KepriMobile.com.

  • Profil
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
    • Seputar Kepri
    • Nasional
    • Internasional
  • Tekno
  • Otomotif
  • Headline News
  • ShowBiz
  • Lifestyle
  • Kuliner

© 2026 KepriMobile.com.