KEPRIMOBILE.COM(KMC),JAKARTA – Direktur Medik dan Keperawatan Dr. Chamim SPOG, K-OnK RSUP Fatmawati, mengungkap kronologi meninggalnya Eddy Silitonga.
“Eddy Silitonga adalah pasien Fatmawati sudah lama, dan dia konsultasi tentang penyakitnya awalnya kencing manis,” katanya di RSUP Fatmawati, Kamis (25/8/2016)
Lebih lanjut, dikatakan, bahwa Eddy Silitonga terakhir dirawat 3 bulan lalu.
“Enggak mau makan, daya tahan tubuh menurun, gangguan gula darah tinggi,” ujar dia.
Saat itu, Eddy Silitonga hanya dirawat dua hari. Namun, dua minggu lalu dia kembali dirawat di RSUP Fatmawati.
“Datang lagi dengan keluhan sesak, lalu diobservasi di gawat darurat ada gangguan di jantung, dan gula darah masih tinggi,” kata Chamin.
Pada saat itu, Eddy Silitonga sempat berhenti bernapas sehingga diisukan meninggal.
“Diberikan pertolongan Resusitasi Jantung Paru berhasil, setelah itu dibawa ke ICU,” ujar Chamim.
Kurang lebih dua minggu kondisi pelantun “Mama” itu, menurut Chamim, mulai naik turun karena komplikasi dari penyakitnya.
“Kemudian, semalam sempat berhenti napas, dilakukan RPG tidak berhasil artinya otot jantung tidak kuat lagi, dan pada jam 00.05 WIB dinyatakan meninggal,” ujar dia.
Sementara itu, anak Eddy Silitonga, Mario, mengungkapkan kondisi ayahnya mulai naik turun sekitar pukul 18.00 WIB.
“Turun terus, saat itu naik lagi kembali stabil, sampai akhirnya jam 00.05 WIB semuanya drop,” kata dia.
“Enggak ada firasat apa-apa, benar-benar enggak nyangka,” tambah dia.
(Bisnis)
Related Posts

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern



No Responses