Harga kontrak berjangka Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak tajam pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2025.
Kondisi ini telah membalikkan posisi pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Berbagai sentimen positif telah berkontribusi terhadap kenaikan harga CPO, termasuk lonjakan harga minyak kedelai dan penguatan harga minyak mentah global.
Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk;
- Maret 2025 naik RM154 menjadi RM4.848 per ton.
- April 2025 naik RM171 menjadi RM4.757 per ton.
- Mei 2025 naik RM168 menjadi RM4.672 per ton.
- Juni 2025 naik RM152 menjadi RM4.564 per ton.
- Juli 2025 naik RM138 menjadi RM4.435 per ton.
- Agustus 2025 naik RM131 menjadi RM4.394 per ton.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Dilansir dari Kantor Berita Bernama, penguatan harga CPO dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT) serta kenaikan harga minyak mentah global.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan CPO menjelang Ramadan serta rencana penerapan kebijakan biodiesel B40 turut memberikan dorongan positif pada harga.
“Selain itu, transaksi di pasar tunai yang kuat juga memperkuat momentum pembelian,” ujarnya.
Sejalan dengan pendapat tersebut, pedagang minyak sawit David Ng menambahkan bahwa harga CPO berhasil menembus level 4.600 Ringgit Malaysia per ton, terutama berkat kenaikan harga minyak kedelai.
“Saat ini, harga CPO bergerak dengan level support di 4.550 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.750 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Ng.
Kenaikan harga ini menandai pencapaian tertinggi CPO dalam dua bulan terakhir, memberikan optimisme bagi pelaku industri kelapa sawit.***
Related Posts

BPOM Minta Nestlé Hentikan Sementara Distribusi Susu Formula Bayi di Indonesia

Pasar Global Bergejolak, Rupiah Berpotensi Menguat Terhadap Dolar AS

Modal Asing Masuk Bersih Rp1,44 Triliun di Pekan Pertama Januari 2026, Sinyal Positif bagi Pasar Keuangan RI

Forbes Rilis Daftar Miliarder Indonesia 2025, Nama-Nama Lama Masih Perkasa

Kinerja Industri Nasional Stabil, Indeks Kepercayaan Sentuh 51,9 Poin



No Responses