Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025.
Pelemahan ini membalikkan keuntungan sehari sebelumnya karena pasar menghadapi ekspektasi kenaikan stok.
Analis komoditas David Ng menyebut meningkatnya ekspektasi persediaan menjadi faktor utama yang menekan sentimen pelaku pasar. Menurutnya, pelaku pasar kembali mengambil posisi hati-hati menjelang rilis data stok terbaru.
“Kami melihat area support tetap berada di atas RM4.000 dengan resistance di sekitar RM4.180,” kata David Ng saat dihubungi media.
Pada penutupan, kontrak Desember 2025, Januari 2026, dan Februari 2026 masing-masing turun RM6 menjadi RM4.090 per ton, RM4.140 per ton, dan RM4.153 per ton. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang konsisten di kontrak-kontrak terdepan.
Kontrak Maret juga melemah RM8 menjadi RM4.165 per ton, sementara kontrak April 2025 turun RM3 ke level RM4.173 per ton. Adapun kontrak Mei 2026 mencatat penurunan RM7 menjadi RM4.165 per ton.
Volume perdagangan meningkat signifikan menjadi 68.758 lot dari 64.559 lot pada hari sebelumnya. Pada saat yang sama, open interest naik menjadi 272.607 kontrak dari 227.917 kontrak, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap kuat meski harga melemah.
Untuk pasar fisik, harga CPO Desember Selatan tercatat stabil di RM4.130 per ton tanpa perubahan. Pelaku industri kini menanti data resmi stok yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.
Sumber: Bernama
Related Posts

Biaya Ekspor Sawit Melonjak 50 Persen Akibat Konflik Timur Tengah, Industri CPO Indonesia Tertekan

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional



No Responses