KepriMobile.Com – Dibalik kabut asap di indonesia ini semakin pekat dan semakin bertambah,ada juga beberapa negara lain yang dapat untung terjadi nya kabut asap ini seperti negara singapura,yaitu negara tetangga.
Semisal, agen perjalanan di Singapura. Ini seiring banyaknya warga Merlion mengungsi ke luar negeri untuk menghindari kabut asap, pada September dan Oktober.
Situs wisata Skyscanner mencatat jumlah warga Singapura yang mencari lokasi tujuan di luar negeri via internet meningkat sepanjang 4 September-23 Oktober. Itu saat kualitas udara dinilai sudah mulai memburuk dan membahayakan kesehatan.
Temuan serupa diungkapkan situs pemesanan hotel.
“Dari September kami melihat peningkatan perjalanan ke luar negeri dari Singapura dan Indonesia, lebih dari 20 persen per bulan,” kata Abhiram Chowdry, Direktur Pelaksana hotels.com untuk Asia Pasifik.
Dynasty Travel, agen perjalanan Singapura, juga mencatat peningkatan perjalanan ke luar negeri pada September dan Oktober sebesar 20 persen ketimbang periode sama tahun lalu.
Kebanyakan warga negara kota itu mengungsi ke Eropa, Australia, Selandia Baru, dan China.
Padahal, Oktober adalah bulan ujian anak sekolah. Berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, jika kabut asap terjadi pada saat libur sekolah, jumlah warga Singapura yang mengungsi kemungkinan bertambah besar.
Kabut asap sudah menjadi musibah tahunan. Ini akibat dari pembakaran hutan Indonesia yang disengaja untuk kepentingan perusahaan kelapa sawit dan kertas.
Singapura menjadi salah satu negara dekat Indonesia paling parah terpapar kabut asap. Indeks pencemaran udara di sana melonjak hingga angka 400, level berbahaya untuk kesehatan, pada September-Oktober.
(merdeka)
Related Posts

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai Masyarakat



No Responses