KEPRIMOBILE.COM (KMC) , SIAK SRI INDRAPURA, – Bupati Siak H Syamsuar mengatakan, meski harga dipasaran masih belum stabil, namun kelapa sawit akan tetap menjadi primadona bagi masyarakat Riau, termasuk di Kabupaten Siak.”Saya harap bapak-bapak sekalian serius untuk mengikuti pelatihan ini, karena nantinya bisa meningkatkan produksi kebun kelapa sawit dan tentunya bisa meningkatkan perekonomian kita,” pesan Bupati, saat membuka program pelatihan peremajaan kelapa sawit kepada 50 petani di Hotel Grand Royal, Kecamatan Siak,Dikatakan Bupati, saat ini ada sekitar 15.000 hektare lahan kelapa sawit yang sudah sampai masa peremajaan, dan sekitar 1.000 hektare yang sudah dalam proses peremajaan. Semua itu terbagi dibeberapa kecamatan, diantaranya Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib dan Kecamatan Kerinci Kanan.”Alhamdullilah, lahan kita ini subur, ditanam apa saja bisa tumbuh, makanya daerah luar iri melihat kondisi tanah kita ini. Sawit tumbuh, karet tumbuh, akasia juga cepat tumbuh,” guraunya.
Pada kesempatan itu, Syamsuar menceritakan inovasi yang ada di Desa Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib. Dalam masa peremajaan sawitnya, mereka bisa menjadikan batang sawit yang telah ditebang sebagai penghasil tambahan, yakni merubah batang sawit menjadi gula.Selanjutnya, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP-APKASINDO) yang diwakili oleh Wakil Sekjen DPP Apkasindo Rino Afrino mengatakan, Riau merupakan provinsi yang paling banyak memiliki lahan perkebunan kelapa sawit. Data terbaru, dari 11 juta hektare wilayah perkebunan kelapa sawit di Indonesia, 2,5 juta hektarenya berada di Provinsi Riau.”Selain itu, Riau juga tercatat sebagai provinsi yang paling besar memiliki perkebunan rakyat yakni 1,4 juta hektare. Dan untuk tahun 2016 kemaren, kami sudah memberi pelatihan kepada 2.800 petani terkait dengan perkebunan kelapa sawit di beberapa provinsi,” ujarnya.Sehubungan dengan hal tersebut, pimpinan program pelatihan peremajaan kelapa sawit bagi petani di Kabupaten Siak, Oni Apriyanto mengatakan, tujuan pelatihan ini nantinya para petani sawit bisa memahami permasalahan dan mampu mengatasi masalah yang terkait dengan peremajaan sawit. Sehingga, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan peremajaan kelapa sawit.”Petani sawit merupakan ujung tombak dari persawitan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak. Untuk itu kita perlu mengadakan pelatihan ini, agar produktifitas kebun kelapa sawit kita akan meningkat,” tambahnya.Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari ini, diikuti 50 orang petani sawit yang berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak. Sebagai perbandingan, produktifitas kelapa sawit ternyata jauh tertinggal, di Malaysia penghasilan sawit bisa mencapai puluhan kilo per hektarnya.(GORIAU.COM)
Related Posts

Palestina kecam Israel gunakan kelaparan sebagai senjata di Gaza

Alasan Starbucks Disebut Pro-Israel dan Ikut Diboikot

Unilever Pro-Israel, Pepsodent, Sunsilk, Royco, Hingga Bango Kena Boikot

Lagi – Lagi Kebohongan Zionis Israel Terungkap! 28 Helikopter Apache Israel Bunuh Tentara dan Warga Sipilnya

Amerika Kian Dalam Terlibat Pembunuhan Masal (Genosida) oleh israel di Gaza, Palestina



No Responses