KEPRIMOBILE.COM (KMC) , SINGARAJA – Ida Kadek Astawa (62) warga Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng nekat mengakhiri hidup dengan cara membakar diri sendiri.
Ia menggunakan api yang berasal dari lampu petromax. Nahas, tewasnya pekak Astawa baru diketahui oleh keluarga,pukul 13.00 Wita.Mereka mendapati tubuh kakek malang ini dalam keadaan gosong dan membusuk di atas tempat tidurnya sendiri. Seluruh keluarga besar Pekak Astawa, termasuk anak kandungnya, Ida Ayu Putu Swastini (31) menangis histeris seakan tak percaya jika sang ayah harus pergi selamanya dengan cara yang tragis.Pekak Astawa nekat membakar dirinya sendiri di dalam gubuk berukuran 5×5 meter miliknya, yang terletak di Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Diduga, pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek ini nekat mengakhiri hidup lantaran penyakit jantung, sesak napas, dan kencing manis yang diderita sejak lama tidak kunjung sembuh.Seperti diberitakan Tribun Bali, jenazah Pekak Astawa pertama kali ditemukan oleh Ida Ayu Putu Swastini bersama cucu keduanya, Ida Bagus Rangga Wisnu Wardana (19).Kala itu, Swastini sempat menaruh curiga kepada sang ayah yang tak kunjung pulang ke rumah selama tiga hari lamanya.Berangkat dari kecurigaan itulah, Swastini akhirnya memutuskan untuk mencari Pekak Astawa, di gubuk sederhana milik sang ayah, yang terbuat dari tembok bata dan beratapkan genteng, pada pukul 13.00 Wita.Setelah dilakukan pencarian, Swastini lega melihat sepeda motor Honda Supra, DK 3076 VE milik Pekak Astawa terparkir rapi di halaman gubuk.Namun saat mendekati pintu masuk, betapa terkejutnya dia ketika melihat kondisi tembok yang awalnya berwarna merah bata, berubah menjadi cokelat gelap akibat terbakar.Dia pun bergegas membuka pintu gubuk, namun sayang pintu yang terbuat dari kayu itu terkunci dari dalam. Kepanikannya pun semakin memuncak.Dia berusaha menengok sang ayah dari kaca jendela gubuk.
Tubuhnya sontak saja melemah ketika melihat kondisi sang ayah telah gosong, hangus terbakar.Swastini pun berteriak histeris, lantas berlari menuju ke rumahnya yang terletak sekitar 700 meter dari lokasi kejadian, memberi tahukan kepada seluruh keluarga jika ayahnya telah tewas terbakar.Mendengar adanya kejadian tersebut, pihak kepolisian sektor Banjar bersama dengan perangkat desa bergegas menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Oleh petugas, pintu gubuk didobrak.Mereka pun menemukan Pekak Astawa sudah dalam keadaan meninggal dunia, dengan kondisi sekujur tubuh hangus terbakar.“Posisi korban tengadah di atas tempat tidur, dengan kepala mengarah ke selatan. Kami juga menemukan bekas lampu petromak yang terbakar dekat tubuh korban, serta puing-puing arang bekas tempat tidur yang terbakar. Diduga korban membakar tubuhnya dengan menggunakan lampu petromak itu,” kata Kapolsek Banjar, Kompol Anak Agung Gede Sena saat dihubungi melalui saluran telepon seluler.(GORIAU.COM)
Related Posts

Palestina kecam Israel gunakan kelaparan sebagai senjata di Gaza

Alasan Starbucks Disebut Pro-Israel dan Ikut Diboikot

Unilever Pro-Israel, Pepsodent, Sunsilk, Royco, Hingga Bango Kena Boikot

Lagi – Lagi Kebohongan Zionis Israel Terungkap! 28 Helikopter Apache Israel Bunuh Tentara dan Warga Sipilnya

Amerika Kian Dalam Terlibat Pembunuhan Masal (Genosida) oleh israel di Gaza, Palestina



No Responses